Amankah MGID dan AdSense di Gabung?


Walaupun sudah lama aktif sejak 2008, MGID hanya berkonsentrasi di pasar Eropa dan Amerika. Dan pada tahun 2017 MGID berekspansi merambah pasar Asia Pasifik. Tentu saja tidak mudah mengingat begitu banyak native advertising yang sudah lebih dulu menancapkan namanya di berbagai belahan dunia, mesikupn demikian, pelan tapi pasti MGID berhasil eksis dan terus berkembang di Asia.

Banyak pertanyaan muncul mengenai MGID ini jika disandingkan dengan Adsense. Mengingat sebagian besar publisher sudah memasang Adsense di blog mereka. Untuk itu mari simak ulasan berikut ini:

Amankah MGID dan AdSense di Gabung?

Untuk menjawab pertanyaan itu semua, tentu harus melihat beberapa faktor dan pengalaman yang sudah menggunakan keduanya di satu blog.

  1. Berdasarkan Pengalaman Pengguna

  2. Beberapa blog terkemuka di Indonesia sudah banyak yang menggunakan kedua platform periklanan MGID dan Adsense pada satu blog yang sama. Hal ini juga diperkuat oleh beberapa pengguna yang sudah dibicarakan dalam forum blogger terbesar di Indonesia.

    Silahkan baca disini

    Jadi, bisa disimpulkan bahwa memasang iklan MGID dan Adsense secara bersamaan di satu blog tidak bermasalah. Dari pengakuan member forum tersebut juga menyatakan bahwa penghasilan MGID bisa lebih besar dari Adsense di niche-niche tertentu.

  3. Support Team MGID
  4. Beberapa blogger di luar negeri sudah membicarakan tentang memasang iklan MGID dan Adsense secara bersamaan. Pertanyaan di lemparkan di Forum Digital Point dan di laman Support Google Adsense. Berikut jawaban dari MGID support team

    “MGID content is 100% compatible with Google AdSense and was created based on IAB policy and stKalianrds, accordingly, you'll never see any adult/provocative/illegal news into our teasers.”

    We specialize in promoting the most interesting and quality content from around the web from popular content creators, by displaying their content on our publisher websites. It allows the publishers to display news and content from around the web, improving their user experience and engagement.

    Yang dapat diartikan kurang lebih sebagai berikut:

    Konten MGID 100% kompatibel dengan Google AdSense dan dibuat berdasarkan kebijakan dan stKalianr IAB, karenanya, Kalian tidak akan pernah melihat berita dewasa / provokatif / ilegal ke dalam periklanan kami.

    Kami memiliki spesialisasi dalam mempromosikan konten yang paling menarik dan berkualitas dari seluruh web dari pembuat konten populer, dengan menampilkan konten mereka di situs web publisher kami. Ini memungkinkan publisher untuk menampilkan berita dan konten dari seluruh web, untuk meningkatkan pengalaman dan keterlibatan pengguna situs.

  5. Berdasarkan Kebijakan Konten

  6. Baik MGID atau Adsense memiliki kebijakan stKalianr sendiri. Tapi ada beberapa kesamaan antara keduanya berkaitan dengan apa yang boleh dan tidak boleh ditampilkan dalam konten blog. Diantaranya sama sama tidak boleh menayangkan konten dewasam provokatif, ilegal, kekerasan, terorisme, obat-obatan, perjudian, dan segala hal yang melanggar aturan norma dan undang-undang negara. Untuk lebih jelasnya, bisa di baca di MGID Content Guidelines.

    Jadi, jika dilihat dari kebijakan konten keduanya, maka bisa dipastikan akan aman menggunakan kedua platform periklanan tersebut pada satu blog.

Kesimpulan

Jadi jelas sudah, dan dapat disimpulkan dari tiga analisa diatas bahwa memasang iklan MGID dan Andsense secara bersama-sama pada satu blog tidak melanggar peraturan baik Adsense dan MGID, dan penempatan iklan dari keduanya pun dapat disesuaikan, sehingga tidak mengganggu satu sama lainnya.

Keuntungan lainnya adalah Kalian dapat memperoleh pendapatan berlipat gKalian, baik dari Adsense maupun MGID. Selain sebagai Publisher, Kalian juga bisa menjadi Advertiser MGID untuk meningkatkan penjualan produk atau meningkatkan kesadaran dan pengenalan merk usaha yang Kalian miliki. Mungkin itu sekian dan terima kasih.


Sumber
https://www.mastimon.com/2019/11/menyandingkan-mgid-dengan-adsense.html
Amankah MGID dan AdSense di Gabung?
Wahyu Achmad
Seseorang bisa meniru pekerjaanmu, Namun mereka tidak bisa meniru Rezekimu

Postingan Terkait

Posting Komentar